[Sub Indo/CC]Love Playlist Season 4: Seo Jimin, Park Haneul, & Jeong Peurm Cut Eps 13 – 16 (End)

By | September 4, 2019


Love Playlist Season 4
Episode 13
– Seo Jimin – Park Haneul – Jung Pereum –
STORY Oh, kau menggunakan ini. Warna ini tidak cocok untukku. Kau tetap cantik dengan warna apapun. Oh, kau tidak memiliki terumbu karang warna.
Kau punya banyak warna pink! Ah, iya. Aku ingin beli sebuah maskara. Seoji. Kelas kita berakhir cepat. Mengapa kita tidak pergi berbelanja? Besok saja bagaimana? Aku harus pergi berkencan, tugas. Ah Cinta dalam Masyarakat Modern? Kencan aku juga mau. Aku ingin mengambil kelas itu. – Tidak. Itu hanya sebutannya.
Ini seperti tugas kelompok. Oh? Wow. Kalian berdua apa ini? Apa artinya ini? Hei. Apakah kalian sepakat?
Kalian harus mengatakan juga padaku! Sebentar. Apa artinya ini? Kalian terlihat keren bersama. Seperti pasangan. Takdir pasangan. Kalian berdua seperti pasangan! Dia bicara apa? Seoji, menurutmu Haneul bagaimana? Yah, dia sedikit pemarah. Dan dia tidak pernah punya pacar.
Tapi dia cowok yang menyenangkan. Dimatamu bagaimana? Tiba – tiba? Hei, Jeong Pereum. Hentikan omong kosongmu. Baiklah, kenapa kau marah? Kenapa dia marah? Seoji, kamu juga tidak masalah kan? Benar, Apa dia barusan mencampakkanu? Apa yang kau bicarakan? Tidak nyambung. Ini sangat cantik.
Namanya warna apa? [Jihye]
[Ingin pergi ke kencan buta malam Minggu? ] [3 pasang. Kau bisa ajak teman untuk pergi bersama.] Seoji, Ayo kita pergi ke kencan buta. Kencan buta? Em… Aku tidak pergi ke kencan buta lagi. Ah kenapa?
Kau terkenal sebagai teman terbaik.
Untuk pergi ke kencan buta! Sebanarnya aku sering pergi kencan buta. Tapi aku tak pernah cocok dengan mereka. Setiap kali aku pergi, suasananya seperti resmi. Karena itu, Orang berfikir aku pilih pilih. Pergilah denganku dan katakan padaku.
Saat aku melakukan sesuatu yang salah. Dan memberi saya beberapa tips juga. Kumohon! Kumohon! Oke. Sungguh? Wow. Kau yang terbaik.
Kau suka roti ini, kan? Aku akan belikan ini untukmu setiap hari. Tidak, aku kalah. Seoji, Aku ingin mengubah gambar profilku.
Sebelum kencan buta. Pilihkan ya. – Lihat!
– Oke, biar kulihat. – Bagaimana dengan yang ini?
– Tapi kau tidak fotogenik dalam gambar ini. Jika aku memakai foto yang terlihat cantik… Bagaimana jika mereka kecewa ketika bertemu? kalau begitu harus gambar yang tepat. Tidak jelek dan terlihat tidak melebihkan kecantikan. Tetap terlihat mempesona. Itu sulit. Aku suka yang ini. Menurutku terlihat sangat alami.
Tidak menggunakan banyak filter. Oke, aku jadikan foto profil. Ngomong ngomong Aku dengar mereka melihat media sosial teman kencan buta.
Benarkah? Yeah, kadang mereka melakukan itu. Aku tidak memeriksa media sosialku, Tidak, aku akan memeriksa punyaku. Saya akan menghapus foto saya yang terlihat buruk. Aku harus punya strategi untuk kencan buta! Aku akan punya pacar kali ini! Pureum punya banyak teman. Dia selalu punya rencana. Dia pikir dia masih seorang mahasiswa baru (junior). Tapi dia memperlakukanku junior juga. Menurutku dia sangat pandai berteman. Kau bilang kau tidak akan pergi kencan buta lagi? Kau bilang tidak mempunyai alasan melakukannya lagi. Em, iya benar. Terus kenapa? Karena Pereum meminta aku pergi dengannya. Aku hanya ingin membantunya. Tidak bisakah kalian batalkan? Kenapa? Karena Pereumkan? Apa maksudmu? Katakan padanya dengan jujur. Katakan padanya bahwa kau tidak
ingin dia pergi kencan buta. [Kembali dengan mengambil keputusan yang sama lagi] [Kembali dengan mengambil keputusan yang sama lagi]
[Agar kau bisa mendapat A+ kali ini] Episode 14
– Seo Jimin – Park Haneul – Jung Pereum –
STORY Kalau begitu, ayo kita matikan HP kita? Ya. Oh kalau begitu, haruskah kita pesan makanan? Makan? Apa anda lapar? Iya, Apa anda sudah makan? – Tidak kok, belum.
– Baguslah kalau begitu. Tidak bisakah kalian batalkan kencan butanya? Karena Pereumkan? Katakan padanya dengan jujur. Katakan padanya bahwa kau tidak
ingin dia pergi kencan buta. Apa yang dia bicarakan? Mau pergi makan besok? [Jeong Preum] – Park Haneul. Kau datang kan?
– Ya Mari bertemu dan kesana bareng. Tapi ada apa ya? Jaein eonni ingin kita semua datang. Kau tau ada apa? Tidak. Kututup. Hei! Aku masih bicara! [Pesan Grup] Ya. Aku OTW. Ketemu lagi. [Belum dibaca] Kenapa dia tidak melihat pesannya? * Rasain lu kelamaan sih gemes gue ^O^ * – Sudah kau beri tau?
– Belum Dia sedang tidak baik.
Aku tidak bisa mengatakannya. Aku tau apa yang dia rasakan. Haruskah aku datang? Tidak usah. Aku akan mengatakannya. Melihat Lee Hyunseung … – Aku masih belum bisa mengatakannya.
– Eonni Mereka datang. Saya telepon lagi nanti. Kau datang. Ada hal apa eonni? Tidak ada sesuatu. Ayo duduk dulu. Apa ini? – Seperti ada sesuatu kan?
– Entah Hei, Kenapa kau begitu aneh? Kau marah atau kenapa? Dia kenapa sih? [Belum dibaca] Park Haneul. Ada masalah? Kenapa? Kau sedih memikirkan wajib militermu? Tidak. Jangan kuatir. Jika kau merasa sedih akan pergi wamil. Katakan padaku. Aku bisa mendengar kau bernyanyi
walau lebih dari 100 lagu. Aku bahkan akan bernyanyi bersamamu. Hei, Seo Jimin kenapa hari ini? Seoji? Kenapa dengan Seoji? Hanya saja, ada yang kutanyakan. Tapi dia tidak membaca pesanku. Tak ada pesan dari dia
beberapa hari ini. Ah, Seoji bilang dia akan
pergi untuk beberapa kencan. Oh, – Tugas “Cinta di Masyarakat Modern”?
– Iya Dan yang aku dengar. Ponsel Harus dimatikan ketika kencan. Oh, Ayo kita masuk.
Oppa akan selesai bernyanyi. Apa yang akan kunyanyikan? “Air mata seorang prajurit?” Hai. Mau kemana? Rumah. Aku mengirim pesan. Kau belum membalasnya. Oh? Iya, itu… Aku baru melihatnya. Ada tugas
Aku mematikan polsel saya … Aku tau. Jeong Preum bilang padaku. Jadi? Kapan kita akan makan? Oh, Kapan kau mau? Besok? Atau hari Minggu? Maaf, Aku tidak bisa sampai minggu depan
karena ada tugas kelompok. Bagaimana kalau setelah itu? Ketika kamu ada waktu saja. Aku bisa kapanpun. Kalau begitu, Sampai Jumpa. Ngomong ngomong, Pureum. Tidak akan pergi kencan buta. Jika kau menghatirkan itu. Aku pikir lebih baik memberitahu mu. [Yang Dibutuhkan Dalam Cinta, yang Utama] [Yang Dibutuhkan Dalam Cinta, yang Utama]
[KOMUNIKASI] Episode 15
– Seo Jimin – Park Haneul – Jung Pereum –
STORY Ngomong ngomong, Pureum. Tidak akan pergi kencan buta. Jika kau menghatirkan itu. Aku pikir lebih baik memberitahu mu. Hawatir? Apa maksudnya? – Mau?
-Hem? Sini kakimu. Ikatannya benar benar kuat. – Hyeong kau cari apa?
– Ah… Foto stiker dengan jiwon. Jiwon ingin melihatnya. Aku punya buku itu.
Kau mau meminjamnya? Iya, aku pinjam dong. [Dimana?] [Ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu] [Belum dibaca] – Kau menunggu siapa?
– Apa? Kau terus terusan melihat ponselmu. Ada sesuatu yang penting? Kau tidak fokus main game. Jika kau gelisah, Telepon dia. Atau temui dia. Hei, Aku lagi bicara. Hei, Dasar! Park Haneul? Apa yang kau lakukan? Aku? Kenapa? Aku ingin memberitahumu sesuatu. Iya, apa? Jika kau dirumah, bisa kau keluar sebentar? Aku sekarang… Kau di rumahku ternyata? Ada apa? Aku tidak menyukai Jeong Preum. Hanya saja aku menciumnya
bukan berarti aku menyukainya. Oh, Apa yang kukatakan? Itu sudah satu tahun yang lalu,
Bukan sekarang. Dia tidak pernah menyukaiku. Aku juga sudah tidak menyukainya. Aku benar benar sudah melupakannya. Ketika saya minta jangan pergi kencan buta. Bukan karena Jeong Preum. Kau menyukaiku? [Berpikir lebih keras lagi] [Berpikir lebih keras lagi]
[Bagaimana perasaanku kepadamu] Episode 16
– Seo Jimin – Park Haneul – Jung Pereum –
STORY Perasaan yang dimiliki orang lain pada kita. Dan perasaan yang kita miliki. [Akhir semerter datang juga] [Aku sangat gugup TT TT] [Hahaha Aku akan segera menemuimu] [Ajak Park Haneul denganmu] Aku tidak menyukai Jeong Preum. Hanya saja aku menciumnya
bukan berarti aku menyukainya. Oh, Apa yang kukatakan? Itu sudah satu tahun yang lalu,
Bukan sekarang. Dia tidak pernah menyukaiku. Aku juga sudah tidak menyukainya. Aku benar benar sudah melupakannya. Ketika saya minta jangan pergi kencan buta. Bukan karena Jeong Preum. Kau menyukaiku? Kenapa kau menjelaskannya? Disini? Ya, Aku menyukaimu. Disini? Tiba – tiba? Itu, Aku juga tiba tiba menyadarinya. Kamu? Aku juga, Menyukaimu. Apa kau ada kelas besok? Iya, satu di sore hari. Ayo kita pergi ke pesta penutupan semester
setelah kelas berakhir. Baiklah. Sampai bertemu besok. Kita bertemu di awal. – Sampai Jumpa.
– Iya Pergilah. [Kapan kelasmu berakhir?] [Mau selesai] Ini sudah akhir semester. 1 semester terlalu singkat untuk mempelajari cinta. Kalian telah berkerja keras mempelajari itu. Terima kasih atas kerja keras kalian. Bagaimana tugas berkencan?
Itu tidak mudah kan? Iya. Ini kencan palsu,
Apa ada yang benar benar berkencan? Erich Fromm berkata Anda bukan secara tidak langsung masuk dalam cinta. Anda secara langsung untuk jatuh cinta. Cinta bukanlah sesuatu yang membuatnya. Anda harus berusaha atas itu. Jika kalian tidak melupakannya,
maka anda akan lebih mencintai hidup anda. Terakhir, untuk pasangan yang berkerja bersama anda. Kita akan mengucapkan selamat tinggal. Dan kita akan benar benar mempelajari
“Cinta dalam Masyarakat Modern” Terima Kasih semuanya. – Terima kasih.
– Terima kasih. – Jimin, sampai ketemu nanti.
– Iya, eonni. Lihatlah. Kelasku sudah selesai! Dimana? [Pesta Akhir Semester dengan Teman Terbaik] Meniup balon. Kita lihat… Park Haneul.
Segera kesini dengan Seoji. Aku sangat…. Makasih. Kau butuh tu semua
untuk pesta akhir semester? Benar. Ketika aku akan melakukannya
Aku harus melakukannya sengan sungguh sungguh. Kenapa kau tidak melakukan itu untuk ujian? Hei, Aku tidak pernah bilang
akan belajar untuk ujian. Jeong Preum. Apa? Katakan. Hah? Kau jelas terlihat ingin mengatakan sesuatu. Apa sih. Sungguh? Apa? Aku menyukai Seo Jimin. Aku tau kok. Kau tau? Kok bisa? Hei, Aku itu sahabatmu. Kau tak pernah mengirim pesan ke perempuan. Tidak juga. Bukan hanya perempuan. Kau bahkan tak pernah mengirim
pesan kepadaku lebih dulu. Tapi kau mengirim pesan ke Seoji tanpa ragu.
Bahkan hal kecil. Dari situ aku tau. Jadi apa yang kau lakukan? Aku sudah mengungkapkannya. Hah Wow. Sudah? Kapan? Kau tidak memberitahuku dulu? Barusan. Sebelum datang kesini. Dan Siapa yang mengatakan itu? Ini memalukan. Tetap saja. Dan juga. Aku datang memberitahumu
tepat setelah aku mengungkapkannya. Kau bilang aku harus mengatakan kepada sahabatku,
hal seperti ini sebelum orang lain. Kemudian, kau mengajaknya berkencan? Apa kau butuh bantuanku? Tidak. Jangan lakukan apapun. Itu cara untuk membantuku. Aku akan mengurusnya sendiri. Memangnya bagaimana? Katakan padaku. Bagamana kau mengurusnya? Wow, itu mengejutkan? Luangkan waktumu bersama Seoji. Datanglah tepat waktu. Aku akan menyiapkan pesta yang keren. Jangan terkejut. Kau sudah dewasa. Perhatian ke sahabatmu. Oh? Eonni Oppa. Preum…
Kami datang untuk membantu anda. Kita punya Kue. Waah.. Oh tapi Heungsung Oppa, Akan pergi wamil dalam beberapa hari? Jadi mengurangi waktu bersama kalian… Terima kasih pertolongannya… Preum. Jangan mengatakan
apapun tentang wamil hari ini. Lagian, ini pesta akhir semester terakhir
sebelum aku berangkat wamil. Jangan merusak suasana hatiku. Kau juga sangat kerja keras. Ini belum selesai. Tapi kelihatan bagus kan? Aku ingin mengajak teman dekat saya. Dan merayakan bersama. Jika kau mengajak teman dekat, – Bukankah kita harus mengudang seluruh sekolah?
– Benar. Aku menyadarinya ketika menyiapkan pesta, Teman yang saya ingin melakukan hal seperti ini, Harus berbeda dari teman saya yang lain. Orang orang yang datang ke pesta ini.
Adalah teman terbaik saya. Woo, Kita teman terbaik? Tentu saja. Nice. Benar jadi orang yang
akrab kepada semua tidak masalah. Ah, Kalian membawa yang saya minta? Tentu saja. Bagos. Apa yang akan kita kerjakan? Ngomong ngomong, Ayo kita datang ke pesta akhir semester bersama. Sekarang kita memang mau kesana. Oh. Benar sih. Tapi, Bukan sebagai teman. Tapi sebagai kekasih. Makasih. Tapi, Bagaimana kau bisa tau cara mengatakan
hal hal seperti itu? Aku masih belum terbiasa. Aku bicara lebih banyak hal kemarin. Walau begitu, Mendengar itu darimu dua hari berturut-turut. Kau tidak seperti biasanya. Namun kau tidak akan pernah tau? Aku mungkin sebikit bicara. Tapi banyak yang ingin ku katakan. Jaid, apa kau tau aku? Menurutmu apa yang akan kukatakan? “Baiklah.” Itu yang ku harapkan. Bukan itu. Hah? Hanya mengatakan itu tidak cukup bagus. “Aku suka itu” Apa kau membawanya kemana mana
sepanjang hari? Iya, di dalam tas. [Teman terbaik]
[Yang memberi kita kebahagiaan] Lagunya habis. Akan saya ubah. [ TERIMA KASIH ]
Telah menonton Scene Cut (Scene Couple)
Seo Jimin – Park Haneul – Jeong Preum
Dari Part 1 – Part 4
^_^
Dari Channel Youtube Ini.

2 thoughts on “[Sub Indo/CC]Love Playlist Season 4: Seo Jimin, Park Haneul, & Jeong Peurm Cut Eps 13 – 16 (End)

  1. Cut Sri Hartama Post author

    Kapan ya si saeron ada drama lagi..
    Terimakasih min untuk vidio nya.. baper banget liat mereka berdua..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *